Kota Bandung (ANTARA) - Manajemen Persib Bandung membantah kabar yang menyebut pelatih kepala Bojan Hodak masuk dalam bursa calon pelatih Timnas Indonesia.

Head of Communication PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) Adhi Pratama menegaskan bahwa Bojan Hodak tidak melakukan komunikasi bersama PSSI soal mengisi kekosongan kursi pelatih Timnas Indonesia.

“Kami ingin meluruskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Sampai saat ini tidak ada komunikasi apa pun antara Bojan dengan PSSI maupun pihak Exco. Jadi, berbagai unggahan yang beredar dapat dipastikan sebagai rumor saja,” kata Adhi dalam keterangan yang diterima di Bandung, Rabu.

Adhi menuturkan, perhatian publik terhadap Persib, termasuk terhadap pelatih dan pemain, merupakan hal wajar mengingat posisi klub sebagai salah satu tim besar dengan dukungan Bobotoh yang luar biasa.

Namun demikian, ia berharap agar masyarakat tidak langsung memercayai informasi yang belum terverifikasi.

“Sebaiknya informasi yang belum diverifikasi jangan langsung disimpulkan sebagai kebenaran agar tidak menimbulkan kesalahpahaman,” ujarnya.

Silakan periksa situs web kami: rezeki999

Ia menjelaskan, fokus tim saat ini adalah menjaga performa di kompetisi Super League dan AFC Champions League Two (ACL Two). Satu laga tersisa di ACL Two akan menjadi penentu langkah Persib menuju babak selanjutnya.

“Bojan Hodak juga telah menegaskan komitmennya untuk tetap bersama Persib dan fokus pada pertandingan-pertandingan yang ada di depan mata,” katanya.

Mengenai kontrak Bojan, ia menyebut pelatih asal Kroasia itu masih memiliki kontrak yang berjalan, dan manajemen selalu memantau serta menyiapkan langkah ke depan.

“Kami ingin menghormati perjalanan tim dan dinamika kompetisi yang sedang berlangsung. Mengenai hal tersebut akan disampaikan pada waktunya,” kata dia.

Silakan periksa situs web kami: rezeki999

Silakan periksa situs web kami: rezeki999

Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.