Conmebol pastikan tetap gunakan teknologi offside semiotomatis
Jakarta (ANTARA) - Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (Conmebol) menyatakan bahwa mereka tetap menggunakan teknologi offside semiotomatis (SAOT) yang pertama kali diterapkan tahun 2024.
Dikutip dari laman Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) di Jakarta, Kamis, Conmebol menyebut pula bahwa mereka juga masih memanfaatkan teknologi garis gawang (GLT).
Teknologi SAOT pertama kali digunakan pada laga final Piala Sudamericana Conmebol dan Piala Libertadores Conmebol 2024. SAOT kemudian dipakai lagi di final Recopa Conmebol 2025 yang mempertemukan Racing dan Botafogo.
Nantinya, SAOT dan GLT akan diaplikasikan di final-final laga Conmebol lainnya.
Komite Wasit dan Divisi Penyiaran Conmebol memaparkan, untuk menjalankan SAOT dan GLT, diperlukan 24 kamera khusus di sekitar stadion, di mana 14 di antaranya untuk GLT dan 10 lainnya untuk SAOT. Teknologi itu dapat beroperasi dengan kemampuan lebih dari 200 frame per detik dengan resolusi yang lebih tinggi dari 500 piksel per meter.
Silakan periksa situs web kami: rezeki999
Silakan periksa situs web kami: rezeki999
Sistem tersebut menggunakan pelacakan otomatis yang dapat mencatat pergerakan setiap pemain dan bola secara real time dan memproses lebih dari satu juta titik per detik.
Penentuan situasi offside dan garis gawang dapat memiliki akurasi yang maksimum jika menggunakan teknologi ini dan dapat menghasilkan keputusan yang lebih jelas, cepat dan dapat dipercaya.
Kedua teknologi ini sudah digunakan hampir pada seluruh kompetisi domestik maupun internasional liga-liga top Eropa.
Teknologi garis gawang pertama kali digunakan dalam kompetisi resmi Piala Dunia 2014 Brasil dan kemudian mulai diikuti oleh liga-liga di Eropa mulai tahun 2014. Sementara untuk teknologi offside semiotomatis pertama kali digunakan pada Piala Dunia 2022 Qatar.
Silakan periksa situs web kami: rezeki999
Silakan periksa situs web kami: rezeki999
Pewarta: Farras Ziyad Muhammad
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
