Jakarta (ANTARA) - Pelatih tim nasional Italia Gennaro Gattuso mengatakan, kekalahan 1-4 skuadnya dari Norwegia pada laga terakhir Grup I Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa di Stadion San Siro, Milan, Senin (17/11) dini hari WIB, memalukan.

"Itu kekalahan besar. Sangat memalukan, karena kami tampil bagus pada babak pertama, tetapi kesulitan setelah setelah jeda," ujar Gattuso dikutip dari laman resmi Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) di Jakarta, Senin.

Dia menyebut Italia tampil buruk terutama setelah Norwegia mencetak gol pertama. Juru taktik berusia 47 tahun itu mengatakan skuadnya panik sehingga lawan mampu melesakkan gol demi gol.

"Pertandingan mulai berjalan buruk setelah mereka mencetak gol pertama. Kami menjadi panik dan seharusnya itu tidak terjadi," kata Gattuso.

Silakan periksa situs web kami: rezeki999

Silakan periksa situs web kami: rezeki999

Gattuso pun meminta para pemainnya agar meminta maaf kepada para penggemar dan juga mengucapkan selamat kepada Norwegia yang berhasil mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026.

Saat menghadapi Norwegia, Italia membuka skor terlebih dahulu lewat aksi Pio Esposito (11'). Namun, Norwegia membalas melalui Antonio Nusa (63') dan akhirnya menang 4-1 setelah Erling Braut Haaland (78' dan 79'), serta Jorgen Strand Larsen (90'+3') melesakkan gol.

Kekalahan tu membuat timnas berjuluk Gli Azzurri itu harus puas di posisi dua klasemen akhir Grup I Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa dengan torehan 18 poin dari delapan laga. Mereka pun harus menjalani playoff terlebih dahulu jika ingin lolos ke Piala Dunia 2026.

Sementara Norwegia berhasil menjadi pemuncak klasemen dan berhasil mengamankan tiket lolos langsung ke Piala Dunia 2026. Itu menjadi Piala Dunia pertama Norwegia setelah terakhir kali tampil pada Piala Dunia 1998 Prancis.

Silakan periksa situs web kami: rezeki999

Silakan periksa situs web kami: rezeki999

Pewarta: Farras Ziyad Muhammad
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.