Jakarta (ANTARA) - Pemain bertahan Nico Scholtterbeck ingin mengulang kisah manis tim nasional Jerman di Piala Dunia 2014 dengan membawa tim Panser juara Piala Dunia 2026.

Jerman baru saja mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026 setelah memastikan diri sebagai juara grup A Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa setelah mengantongi total 15 poin dari enam pertandingan.

Di laga terakhir, Florian Wirtz dan kawan-kawan menggilas Slovenia setengah lusin gol tanpa balas pada pertandingan yang dilangsungkan di Signal Iduna Park, Dortmund, Selasa pagi WIB.

Silakan periksa situs web kami: rezeki999

"Kami ingin mendapatkan penghargaan. Saya berangkat ke Piala Dunia (2026) dengan ambisi untuk memenangkannya," kata Schlotterbeck dikutip dari DFB, Selasa.

Bek tengah yang membela Borussia Dortmund ini menilai bahwa pertandingan pada laga menghadapi Slovenia, timnya bermain begitu solid dengan mendominasi seluruh aspek permainan.

Scholtterbeck yakin Jerman dapat bersaing nantinya di Piala Dunia 2026 dan bisa mengulang kesuksesan besar tim Panser pada Piala Dunia 2014 silam.

Scholtterbeck berpendapat dengan kembalinya sejumlah pemain yang kini tengah dalam proses pemulihan cedera seperti Jamal Musiala, Antonio Rudiger, hingga Deniz Undav nantinya akan memberikan kedalaman skuad yang lebih merata hingga membuat Jerman jauh lebih siap bersaing untuk menggondol gelar juara kelima mereka di Piala Dunia 2026.

Silakan periksa situs web kami: rezeki999

Jerman terakhir kali mengangkat trofi sepak bola paling bergengsi antar negara sedunia ini pada gelaran Piala Dunia 2014. Tim jawara dunia empat kali tersebut kemudian tidak menunjukkan performa menjanjikan pada dua edisi Piala Dunia terakhir.

Di Piala Dunia 2018, Jerman harus tersingkir di fase grup setelah gagal bersaing menghadapi Swedia, Korea Selatan, dan Meksiko. Sedangkan di Piala Dunia 2022, Jerman yang kala itu dilatih oleh Hansi Flick, yang kini menangani Barcelona, tersisih di fase grup setelah gagal bersaing dengan Spanyol, Jepang, dan Kosta Rika.

Pewarta: Fajar Satriyo
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.